Februari 2016

AOC (Setiap Warna Lainnya)

Kelas warna AOC mencakup semua jenis warna yang tidak cocok dalam warna IGFA kelas warna delta lainnya.
Ikan guppy gold pastel. warna dasar ekor mengeluarkan cahaya seperti flash, ikan ini tidak memungkinkan untuk dimasukkan dalam kelas AOC bicolor. Ikan masuk di kelas AOC.

AOC bicolor

Kelas AOC Bicolor mencakup semua jenis bicolor yang tidak sesuai di Blue Hijau atau kelas bicolor Red. Ikan bicolor harus memiliki warna dasar dan warna sekunder minimal 25% dari warna ekor. Kedua warna harus berbeda. Tidak ada warna ketiga lainnya yang lebih bahwa 15% harus hadir atau akan dianggap sebagai guppy multi-warna. punggung harus sesuai dengan warna yang sama dengan pola ekor.

Guppy Purple Bicolor



Guppy Pastel bicolor 


Yellow bicolor guppy


Tak perlu harus merogoh kocek yang besar untuk dapat membudidayakan ikan guppy atau ikan yang akrab disebut ikan gobi merak jerman. Cukup dengan memanfaatkan sejumlah perlengkapan sederhana, ikan hias bertubuh mungil namun berekor mekar dan berwarna-warni ini sudah dapat dikembangbiakkan.

Setidaknya, begitulah yang dilakukan Mansyur, seorang pembudidaya ikan gobi merak jerman di Jalan Sani Mutalif, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan. Hanya dengan bermodalkan beberapa bak berukuran 2x3 meter kubik serta beberapa unit aquarium, ia pun sukses menjadi salah seorang pemasok ikan gobi merak jerman ke berbagai daerah dan sejumlah pedagang di Sumatera Utara (Sumut).

Apa yang kini digeluti oleh, Mansyur sebenarnya sama sekali tidak pernah terbayangkan dan direncanakannya. Pasalnya, di awal karirnya sebagai pembudidaya ikan, ia hanya merupakan seorang pembudidaya khusus untuk penyedia bibit (penetas) ikan lele yang dipasok ke berbagai peternak pembesaran lele yang ada diwilayah Sumut.

Namun, seiring berjalannya waktu, dengan sedikit demi sedikit bertambahnya relasi bisnis, begitu juga dengan permintaan yang jatuh padanya pun ikut semakin meningkat. Sebagian dari para pelanggannya mulai melayangkan permintaan untuk mendapatkan pasokan ikan hias termasuk di dalamnya ikan gobi merak jerman.

"Awalnya saya hanya membudidayakan penetasan lele saja untuk dijadikan bibit. Tetapi karena permintaan yang datang semakin tinggi, saya pun mulai berusaha untuk menyediakan jenis ikan hias yang bervariasi," ungkapnya kepada MedanBisnis, Minggu (2/3) lalu di lokasi pembudidayaannya.

Dari sekian banyak variasi ikan hias yang ada, salah satunya yang bikin hati Mansyur kepincut ialah ikan gobi merak jerman. Bermodalkan 10 ekor ikan betina dan 5 ekor ikan gobi merak jerman jantan, ia pun memanfaatkan salah satu bak dari sekian banyak bak miliknya untuk memulai eksperimen pembudidayaan.

Hasilnya, tanpa harus melakukan perlakuan yang khusus dalam membudidayakannya, pria yang telah menjadi pembudidaya ikan air tawar dari berbagai jenis selama 11 tahun ini pun mendapatkan hasil yang cukup memuaskan.

"Ikan gobi merak jerman yang saya kawinkan ternyata menghasilkan ribuan benur (anak), yang masing-masing betina dapat menghasilkan 50 sampai 100 ekor," jelasnya.
Selanjutnya, dalam tempo 2 tahun menggeluti pembudidayan ikan gobi merak jermannya itu, kini Mansyur telah memiliki ribuan ekor ikan gobi merak jerman dan juga sejumlah pelanggan tetap mulai dari Aceh, Jambi, Riau, Sumbar, dan seputaran wilayah Sumut.

"Awalnya butuh waktu sekitar 1,5 bulan untuk beranak. Namun selanjutnya, per 2 minggu sekali, ikan ini akan terus beranak. Padahal, kita hanya memberikan kiambang saja di dalam bak, serta terus menjaga sirkulasi airnya agar tetap berjalan dengan baik," ungkapnya.

Lebih lanjut diungkapkan Mansyur, tingkat kegagalan dalam melakukan pembudidayaan ikan gobi merak jerman ini pun sangat minim. Bahkan, dari seribu ekor anak yang dihasilkan, paling banter hanya 10 ekor yang gagal untuk terus bertahan hidup.

Tak hanya di situ, pola makannya juga sangat mudah dan praktis. Cukup dengan diberikan pakan pelet dan cacing sutra saja secara bergantian dalam dua hari sekali, Mansyur meyakini, siapapun yang melakukan pengembangbiakan ikan gobi merak jerman ini dipastikan akan berhasil.

"Yang penting, dalam memberinya makan jangan terlampau banyak dan terlampau sedikit. Sebab, jika kebanyakan atau kekurangan, ikan gobi merak jerman ini akan rentan dengan kematian," pungkasnya.

Ikan guppy atau juga akrab disebut ikan gobi merupakan salah satu jenis ikan hias yang terbilang populer di tengah-tengah masyarakat saat ini. Bentuknya yang mungil, namun memiliki aneka warna ditubuh dan ekornya menjadi daya tarik tersendiri bagi jenis ikan ini.


Dengan keunikannya itu, tak heran jika ikan guppy ini merupakan salah satu jenis ikan hias yang paling banyak dicari. Ikan ini jadi incaran selain ikan hias yang sudah ada.

Begitu dituturkan oleh Andri, salah seorang pembudidaya ikan guppy yang berada di kawasan Jalan Pelajar Timur Ujung, tepatnya di Gang Kelapa,

Medan. "Di antara berbagai jenis ikan hias yang ada di toko, ikan guppy inilah yang bisa kita bilang adalah ikan hias yang paling laku," ungkapnya kepada MedanBisnis baru-baru ini di lokasi ternaknya.

Andri menjelaskan, jika dilihat dari keberadaan ikan hias, ikan guppy terbilang yang paling banyak dijual secara kuantitas (jumlah). Sehingga dengannya, permintaan oleh pemilik toko ikan hias pada ikan guppy ke peternaknya sangatlah tinggi.

Malah, sebanyak apapun yang dapat dihasilkan oleh peternaknya, toko penjual ikan hias rata-rata kata Andri sanggup untuk menampungnya. Hanya saja yang kerap terjadi justru si peternaklah yang tidak sanggup untuk memenuhinya.
"Kalau ikan guppy ini berapa pun yang kita jual habis saja.

Diminta pun dalam jumlah yang banyak. Hanya saja kita sebagai peternak yang kerap tidak sanggup memenuhinya," jelasnya.

Mengenai soal jumlah, terang Andri, sangkin dicarinya ikan ini dalam satu minggu, rata-rata habis terjual hingga sebanyak 3.000 ekor. Hal yang mustahil dapat terjadi apabila pada jenis ikan hias yang lainnya.

"Itulah jika kita lihat potensi dari ikan guppy ini. Apalagi, minat masyarakat padanya setelah booming hingga sekarang masih tetap stabil," katanya.

Pada ikan guppy ini, terang Andri, apabila untuk dikomersilkan memiliki dua jenis ikan yang berbeda. Pertama, katanya, adalah ikan guppy jenis berbagai persilangan, dan kedua adalah ikan guppy jenis genetik ikan murni.

Untuk ikan guppy jenis persilangan ini harganya memang tergolong relatif murah. Nilai jualnya berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 1.000 per ekor.
"Ikan guppy jenis inilah yang banyak diperjualbelikan di toko ikan hias. Dan peminatnya sangat banyak," ucapnya.

Sementara untuk ikan guppy jenis genetik ikan murni, seperti Blue Cobra, Green Moscow, Blue Moscow, hingga Yellow German dihargai sangat mahal untuk masing-masing pasangannya.

"Sepasangnya bisa sampai Rp 100.000 hingga Rp 200.000. Jadi memang sebetulnya bagi yang mengerti ikan guppy ini tergolong mahal," terangnya.

Namun bagi kelangsungan peternakan, pada ikan guppy ini justru jenis harga yang murahlah yang bisa dijadikan sandaran bagi perekonomian. Pasalnya, disamping harganya yang murah namun roda perputaran ekonominya jauh lebih cepat.

Hal berbeda apabila pada jenis ikan guppy varian yang murni tersebut. Mahalnya harga ikan membuat pembelinya harus berpikir dua kali untuk menempatkannya dalam aquarium.

Hanya mereka para penghobi dan calon pembudidaya saja yang berani merogoh kocek dalam untuk dapat memiliki ikan guppy dengan varian jenis murni tersebut. "Kalau hanya sekedar penikmat saja, ikan guppy persilanganlah yang jadi pilihannya. Karena harganya yang lebih murah," tuturnya.

Ikan guppy persilangan tersebut, dikatakan Andri, pada dasarnya adalah ikan dengan varian murni juga. Namun selanjutnya ia telah dikembangkan dengan genetika ikan guppy yang bermacam-macam.

Berbeda dengan ikan guppy genetika murni tadi. Meskipun telah melalui berbagai macam perkembangan, tetapi kemurnian genetika pada jenisnya tetap terjaga. Sehingga ia memiliki nilai jual yang lebih tinggi daripada genetika guppy persilangan.

"Itu makanya harganya bisa sangat mahal. Karena untuk mendapatkan kemurniannya ini sulit dan ikannya juga sangat jarang ditemukan," pungkasnya. (rozie winata)

Ini cerita kehebatan ikan guppy yang lain untuk memberantas nyamuk-nyamuk nakal lagi, ternyata kamehamehanya guppy ampuh benar yah, tidak hanya disatu negara, tapi beberapa negara.


Sebuah tim peneliti dari Universitas Nasional dan Jaringan Salid de Laderas di Cali sedang melakukan studi tentang kelayakan menggunakan guppy (Poecilia reticulata) untuk mengontrol nyamuk yang  menyebabkan penyakit yang dikenal sebagai demam chikungunya.
Untuk tujuan ini, para ilmuwan "menggunakan" ikan ini, yang hanya 3 sampai 5 cm, di saluran air, saluran air hujan, danau dari Universitas del Valle, danau Pichincha Batalyon dan waduk air dari desa Villa Carmelo.

Ikan guppy dikumpulkan di anak sungai dari sungai Bolo, di Palmira, dan memberikan pilihan efektif untuk menyerang nyamuk yang menyebabkan chikungunya di Cali.
Menurut Jose Ader Gomez, seorang zootechnician, dokter di Ilmu Hewan dan seorang profesor di PBB, teknik ini digunakan untuk pertama kalinya setelah tujuh tahun lalu untuk kontrol biologis Aedes aegypti larva, yang mentransmisikan dengue, DiCYT dilaporkan.

Pada kesempatan ini, tujuannya adalah untuk mengontrol nyamuk yang bertindak sebagai penyebab virus chikungunya dengan ikan ini.
Demam Chikungunya adalah penyakit virus yang ditularkan ke manusia oleh nyamuk yang terinfeksi. Selain memproduksi demam dan nyeri sendi yang parah, gejala lainnya adalah nyeri otot, sakit kepala, mual, kelelahan dan ruam.

"Ikan tidak hanya memakan larva, tetapi juga membunuh hama seperti nyamuk umum sehingga penyakit dan timbulnya nyamuk dapat dikendalikan tanpa menggunakan bahan kimia mahal yang membahayakan lingkungan," Ader Gomez menyatakan.

Ilmuwan teringat sebuah film dokumenter disiarkan di Discovery Channel, yang rinci penggunaan ikan ini untuk mengendalikan nyamuk yang menularkan penyakit seperti demam berdarah dan demam kuning. Pokoknya, profesor PBB menjelaskan bahwa langkah-langkah pengendalian seperti penyemprotan tidak boleh diabaikan. "Beberapa jenis larva dan mereka harus difumigasi, sehingga pekerjaan selesai. Kontrol biologis ini membantu mengurangi fumigations ini, yang menghasilkan dampak yang kurang pada lingkungan," ia menjelaskan.

Menteri Kesehatan dari Cali, Harold Suarez, berkomentar bahwa di kota 17.042 kasus chikungunya telah tercatat sejak awal tahun 2015. Dari jumlah itu, 73 persen adalah antara 20 dan 54 pasien tahun. 

Penggunaan ikan untuk melakukan kontrol biologis vektor dan hama telah dilaksanakan di Brazil dan Peru, di antara negara-negara lain.

Layaknya sebuah remote yang mempunya banyak tombol ikan guppy ini secara otomatis menjadi pengontrol nyamuk di daerah ini, bagaimana bisa?


Nagpur: Dengan langkah-langkah anti-larva tidak terbukti efektif untuk mencegah ancaman nyamuk, Nagpur Municipal Corporation telah menghidupkan kembali metode kuno untuk mengontrol  perkembangbiakan larva, dengan melepaskan ikan guppy di situs peternakan.

"Langkah itu benar-benar diambil setelah aedes aegypti yang bertanggung jawab untuk demam berdarah, ditemukan dalam sebanyak 1.521 rumah," kata Walikota Pravin Datke, yang pada Senin  didistribusikan ikan guppy di daerah Dharampeth.

Karyawan departemen kesehatan melepaskan ikan tersebut ke dalam genangan air tergenang, yang merupakan tempat untuk perkembangbiakan nyamuk. Ikan ini adalah predator telur nyamuk dan larva yang menyebabkan penyebaran malaria juga. Pejabat kesehatan NMC juga telah berbicara dengan supervisor situs konstruksi di berbagai tempat dan melepaskan beberapa ikan ini di dalam genangan air di tempat mereka. Lokasi konstruksi telah diidentifikasi sebagai zona berisiko tinggi dengue untuk warga. "Kami melepaskan ikan di banyak lokasi konstruksi. Ikan ini makan larva dan membantu mengendalikan penyebaran mereka," kata pejabat kesehatan TOI.

Pada bulan Agustus 2015, NMC telah melepaskan ikan guppy di 46.031 lokasi. Pertama 3865 di Laxmi Nagar, Dharampeth 3407, Hanuman Nagar 4144, Dhantoli 3530, Nehru Nagar 6956, Gandhibagh 4896,  Satranjipura 3645, Lakadganj 7778, Ashi Nagar 3574 dan Mangalwari 4236. Sementara itu, badan sipil juga telah memulai program pengawasan intensif untuk mencegah nyamuk dengue setelah mereka menemukan aegypti aedes berkembang biak di sebanyak 1.521 rumah.

Ternyata ikan guppy dibeberapa negara digunakan untuk menanggulangi atau mengurangi dampak menyebarnya virus Zika ini. Berikut salah satu negara yang menggunakan metode kuno ikan guppy.

Ingin menghindari terulangnya wabah demam berdarah, Punekars mencari ikan guppy yang memakan larva nyamuk penyebab virus ini.

Dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan peringatan tinggi tentang penyebaran ledakan virus Zika, keadaan "panik" mulai diatur dalam kalangan Punekars juga. Dokter mengatakan banyak warga yang memanggil mereka untuk bertanya tentang tindakan pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah terkenanya virus tersebut. Dengan menggunakan metode kuno yang melibatkan ikan sebagai pemakan larva nyamuk  untuk menjaga populasi serangga tersebut dapat dikontrol, telah muncul beberapa alternatif pilihan populer, salah satunya Punekars bertanya apakah mereka bisa membeli guppy.

Pune Municipal Corporation (PMC) menggunakan metode ikan guppy di 188 lokasi di seluruh kota, di semua kantor bangsal nya. Orang-orang sekarang membuat panggilan ke rumah sakit kota dan PMC bertanya tentang ketersediaan ikan guppy.

"Orang-orang bertanya tentang Zika dan ingin tahu apakah kita memiliki ikan guppy tersedia. Setelah wabah demam berdarah dan chikungunya, orang berusaha untuk kembali ke praktek lama yaitu  memiliki ikan guppy, yang akan menjaga nyamuk tetap di teluk. Setiap hari , kita mendapatkan setidaknya empat sampai lima panggilan sejak penyebaran Zika sudah diketahui, "kata seorang sumber anonim dari Rumah Sakit Naidu untuk Infectious Diseases.

Mengingat jumlah air yang tergenang di Pune, banyak yang percaya bahwa cara terbaik untuk memastikan keselamatan seseorang adalah dengan mengembang biakan ikan guppy. "Kami mendapatkan banyak panggilan, dan senang melihat orang-orang menjadi begitu sadar tentang beberapa hal dan juga mengambil tindakan pencegahan untuk menjaga diri agar tetap aman. Setelah pecahnya dengue dibuat panik, mengetahui tentang ancaman Zika dan mengambil langkah-langkah pencegahan sangat ideal. Pertama mungkin mencoba melakukan pembibitan ikan guppy di dalam ruangan atau di kolam terdekat, yang tentunya akan mengusir nyamuk. Ikan ini tersedia secara gratis dan orang-orang bisa datang dan mengambilnya dari kantor lingkungan kami. Ini akan membantu tidak hanya dengan wabah Zika saat ini tetapi juga mencegah vektor penyakit, "kata Dr Narendra Thakur, kepala bagian penyakit vector-borne departemen kesehatan PMC.

Dr Pradeep Awate, kepala bagian infectious diseases and epidemics department, mengatakan, "Pembibitan ikan guppy adalah pilihan tapi bukan satu-satunya solusi. Orang juga perlu berlatih teknik penyimpanan air yang sesuai, menjaga kebersihan, menggunakan bio wadah degradable untuk cairan dan hindari menggunakan plastik. Jika semua metode ini dilakukan secara teratur, kita akan dapat menjaga kesehatan, penyakit yang disebabkan oleh nyamukpun ditanggung pergi. "

Masih belum ingin memelihara ikan guppy? Inget Jakarta banjir, masih banyak sungai dan saluran air yang airnya masih tergenang. Inget ini musim hujan juga. 

Semoga jadi referensi kita semua.

Kalau dalam dongeng, si cantik dengan si buruk rupa, tapi dalam dunia guppy, antara si ganteng dan si buruk rupa, tapi disini yang sikapnya sedikit jahil adalah si ganteng, kenapa bisa?

London - Ingin meningkatkan peluang mendapatkan pasangan? Bergaullah dengan teman-teman yang jelek agar terlihat lebih menarik.

Trik ini diterapkan oleh spesies ikan hias kecil, Guppy,  seperti diulas dalam sebuah artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Royal Society, Inggris, Rabu (13/2).


Jadi ketika ingin kawin, ikan Guppy jantan memanfaatkan teman-temannya yang jelek – dalam hal ini mereka yang memiliki warna menjemukan - agar tampak lebih keren dalam perbandingan.

"Guppy jantan secara aktif memilih konteks sosialnya demi memaksimalkan daya tarik relatif yang mereka miliki," tulis artikel itu. Atau dalam bahasa awamnya, seperti kata salah satu penulis Clelia Gasparini, "Jika anda dikelilingi teman-teman yang jelek, anda akan tampak lebih menarik."

Gasparini dan teman-temannya di Universitas Padua, Italia,  membangun teori tentang cara bergaul ikan Guppy. Sebuah aquarium dibentuk sedemikian rupa sehingga di masing-masing ujungnya terdapat satu betina yang terpisahkan oleh partisi. Betina lajang yang pertama, disebut “Guppy bachelorette No. 1”, memiliki  dua teman jantan dengan warna menarik dan cerah, sedangkan “Guppy bachelorette No. 2” ditemani pejantan yang lebih jelek dan berwarna kusam.

Ketika satu Guppy jantan ditaruh di tengah aquarium dan diberi kesempatan memilih, Bachelorette No. 2 lebih sering menjadi pilihan. Ikan-ikan jantan yang menjadi percobaan melewatkan 62 persen waktu mereka bersama no. 2, yang dikelililingi pejantan jelek.

Para peneliti juga menemukan bahwa semakin jelek ikan Guppy jantan yang menemani No. 2, makin kecil kemungkinannya si jantan percobaan akan mendekati bachelorette No. 1 yang dikelilingi pejantan warna cerah.

Namun bisa jadi kecenderungan pejantan ini karena warna atraktif mungkin mewakili sifat ikan lebih agresif atau lebih meningkatkan resiko terlihat oleh predator sehingga lebih dihindari.

Untuk itulah eksperimen diulangi lagi. Para peneliti melakukannya tanpa menaruh ikan betina.

Gasparini, yang sekarang menjadi peneliti di University of Western Australia, mengatakan eksperimen lanjutan membuktikan sifat agresif atau ancaman predator bukanlah sebuah faktor dalam kecenderungan Guppy jantan ini.

Pertanyaan besarnya adalah: Bisakah hasil penelitian di aquarium ini diterapkan malam hari di bar?

"Sebagai seorang peneliti saya tidak bisa membandingkan sistem penjodohan manusia dengan sistem Guppy," kata perempuan itu. 

"Namun jika anda bertanya pada saya selaku pribadi, jelas taktik seperti ini bisa berhasil bagi manusia. Jika anda ingin membuat perempuan terkesan seperti saya, menurut anda apakah anda akan lebih menarik jika diperbandingkan dengan Mr Snape dalam Harry Potter atau Rhodes dalam film Iron Man?"


Apa jadinya seorang anak tanpa bapak? Bagaimana si Guppy kecil tanpa bapak? Bapaknya kemana? Ke jonggol atau ke ....



Ikan Guppy jantan akan menjadi Ayah setelah setidaknya 10 bulan setelah mereka mati. Tim peneliti menjelaskan bahwa setelah terjadi perkawinan, Guppy betina bisa memilih apakah ingin dibuahi sekarang atau nanti.

Jika Guppy betina memutuskan untuk menunda kepemilikan anak sementara waktu, maka gamet (sel tempat pembentukan organism baru) disimpan dalam tubuh Guppy jantan. Sehingga, ikan Guppy jantan memiliki peranan yang sangat penting yakni menjaga telur yang akan digunakan untuk proses pembuahannya kelak agar tetap hidup.

Dikutip Softpedia, Senin (17/6/2013), ikan Guppy betina seringkali menunda kepemilikan anak sampai menemukan habitat baru yang dirasa aman untuk memproduksi generasi penerusnya. Rupanya, hal ini dilakukan untuk menghasilkan keragaman genetik.

Wikipedia menjelaskan, Ikan Guppy (Poecilia reticulate) merupakan salah satu spesies ikan hias air tawar yang paling populer di dunia. Ikan ini dapat dengan mudah menyesuaikan diri di berbagai habitat air.

Alih-alih bertelur, ikan gupi mengandung dan melahirkan anaknya (livebearers). Setelah ikan betina dibuahi, daerah berwarna gelap di sekitar anus yang dikenal sebagai ‘bercak kehamilan’ (gravid spot) akan meluas dan bertambah gelap warnanya.

Ternyata memang siklus kehidupan si jantan dan si betina guppy memang begitu, mereka betul-betul menjaga calon anaknya hingga tumbuh dengan baik ditempat yang baik pula. Ikan ini bisa jadi contoh buat kita semua.

Semoga bermanfaat.

Guppy juga bisa sakit loh, guppy juga butuh kompres agar sehat kembali. Bagaimana caranya, yuk simak salah satu penuturan pembudidaya ikan guppy ini tentang menyembuhkan ikan guppy.


Masalah utama dalam proses budidaya, tak terkecuali budidaya ikan hias guppy adalah penyakit. Penyakit tersebut biasanya disebabkan oleh kualitas air yang buruk.

Menurut pembudidaya ikan guppy di bilangan Kalideres, Jakarta Barat, Iman, sedikitnya ada 5 jenis penyakit yang kerap menyerang ikan guppy. Dikatakan Iman, penyakit ikan guppy yang pertama adalah saprolegnia (jamur air tawar). 

“Penyakit ini berbentuk bercak-bercak putih yang meyerang pada kulit ikan. Untuk mengobatinya masukan ikan yang sakit kedalam tempat yang telah diisi dengan satu galon air yang telah diberikan 2 tetes alkohol metapen. Langkah selanjutnya berikan garam dapur dan biarkan beberapa saat,” beber Iman.

Penyakit kedua adalah penyakit bengkak. Ikan yang terserang penyakit ini, akan tampak gelisah dan badan yang tampak lebih besar karena kembung. Untuk meyembuhkanya ialah dengan cara mengisolasi ikan ke dalam satu galon air yang telah dibubuhi 2 sendok penuh garam Inggris. 

“Diamkan selama 4 atau 6 jam. Setelah sembuh dapat dikembalikan ke tempat semula,” ujar Iman.

Penyakit guppy ketiga adalah jamur mulut. Ciri ikan yang terkena jamur mulut mudah dilihat dari warna putih yang terletak di depan mulutnya. Jika ikan guppy-nya menderita penyakit ini, biasanya Iman menggunakan aureomycin 25 mg untuk 1 galon air tambahkan 1 tetes obat merah dan 2 tetes metopen. 

Penyakit guppy lainnya adalah penyakit insang. Ciri ikan yang terkena peradangan insang biasanya insang membuka, malas makan dan selalu di atas permukaan air. Penyakit ini disebabkan oleh beberapa bakteri dan jamur dan paling sulit untuk diatasi. 

Dan terakhir, adalah penyakit kembung. Iman mengatakan, ciri-ciri guppy yang terkena peradangan perut antara lain ikan tampak sulit berenang ke dasar.

“Cara mengatasinya berikan 1 sendok teh garam Inggris tiap 1/2 liter air, dan rendam ikan selama 3 sampai 4 jam, kemudian pindahkan ikan ke dalam tempat yang ketinggian airnya 3 kali tinggi badan ikan,” pungkas Iman.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Saya adalah salah satu pecinta seni, sering corat-coret di kanvas juga, bisa dibilang melukis abstrak, aabbssttrraakk banget! saking abstraknya orang ga bisa baca maknanya hahaha. Alih-alih bisa nongkrong di pameran, nongkrong di kamar seminggu saja sudah ingin dibuang.

Wajar saja tidak begitu bagus, saya sadar diri kalau jelek dibandingankan dengan lukisan-lukisan lain. Tapi kalau di bandingkan dengan ikan guppy?? Hahaha (ketawa gila)


Di situs ini menerangkan bahwa pada tanggal 8 Februari 2016 ada pameran ikan guppy di Depok, Solo, Jawa Tengah. Delapan jenis ikan Guppy dipamerkan oleh Komunitas Istana Guppy Solo di Pasar Ikan Depok Solo, Jawa Tengah, Senin (8/2). “Delapan jenis ikan itu antara lain ada Red Singapore, Mozaic, Black Moscow,Grenn Red Dragon, dan lain-lain,” sebut Ketua Istana Guppy Solo, Ikho Sulistio di Pasar Ikan Depok Solo.

Ikho mengatakan, melalui pameran itu masyarakat bisa tertarik untuk memeliharanya. Pasalnya, ikan dengan warna dan ekor yang indah ini baru sedikit dipelihara maupun dikenal oleh masyarakat.

“Ikan Guppy ini merupakan jenis ikan yang hidup di air tawar. Sehingga perawatannya juga mudah. Bahkan, dengan perawatan yang baik ikan jenis ini bisa bertahan hingga tiga tahun lamanya,” ungkapnya.

Ikan Guppy, kata Ikho bisa dibudidayakan melalui akuarium. Sebab, sekali bereproduksi bisa mengasilkan sampai ratusan butir telur. Untuk pakannya bisa diberikan pelet sehari dua kali, yakni pagi dan sore.

“Selain melakukan sosialisasi, kami juga telah menjual ikan guppy melalui system online. Karena peminatnya masih sedikit. Kalau tidak hobi memelihara ikan ini tidak mungkin akan membelinya,” bebernya.

Adapun harganya bervariasai, mulai dari Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu. Bahkan, jika ikan tersebut menang dalam perlombaan harganya bisa mencapai jutaan rupiah.

Dijelaskan, Komunitas Istana Guppy Solo memiliki sebanyak 2.000 orang tersebar di wilayah Yogyakarta dan eks Karesidenan Surakarta. Meliputi Solo, Sukoharjo, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, Sragen dan Boyolali.

Jika tertarik untuk mengetahui secara detail tentang bagaimana membudidayakan ikan guppy bisa datang langsung ke sekretariat Komunitas Istana Guppy Solo di Talang Abang, Kabupaten Sukoharjo, atau tepatnya di selatan Konimex.

Anda pecinta ikan guppy? fans berat?? jangan mau kalah dengan Solo yang sudah melaksanakan pameran ikan guppy, Anda juga bisa dengan komunitas Anda, selamat mencoba dan semoga menjadi referensi Anda.

Kalau seorang Diva harus multitalenta, setidaknya bisa nyanyi atau akting. Tapi bedanya dengan ikan guppy, guppy bisa jadi Diva hanya dengan kecantikan dan ukuran badannya, semakin gendut semakin mahal (bedanya sama Diva, semakin gendut semakin ga laku hahaha). Mau bukti??

Buktinya di salah satu sumber bacaan Solo Jawa Tengah menjelaskan bahwa ikan guppy makin diminati oleh masyarakat khususnya penggemar ikan hias dan paling laris, sampai-sampai mengalahkan ikan cupang. Tidak hanya di Solo, namun juga beberapa daerah di luar Solo dan sekitarnya. Selain unik, ikan ini juga memiliki keindahan dibagian ekornya. Jadi tak ayal jika harga ikan ini terbilang cukup mahal.

"Ikan guppy ini warnanya bermacam-macam. Banyak dicari para penggemar ikan hias. Karena ikan jenis ini sangat cocok untuk dijadikan hiasan di dalam rumah,” ungkap Fajar, pedagang ikan hias di Solo, Jawa Tengah, Minggu (25/10).

Dia mengaku, harga ikan guppy ini terbilang cukup mahal. Hal tersebut karena banyak masyarakat yang mencari ikan ini. Sebelumnya ikan jenis ini dijual dikisaran Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per ekor, kini naik menjadi Rp 5.000 sampai Rp 25.000 per ekor. Bahkan, ada yang mencapai jutaan rupiah.

"Yang membedakan harga jual ikan ini adalah jenis dan ukurannya. Ikan guppy ini memiliki beragam jenis, seperti green red dragon, blue grass, allbino full red, dan halfmoon,” sebut Fajar.

Fajar mengatakan, ikan hiasnya tersebut paling banyak dicari berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari anak-anak, dewasa dan bahkan orangtua.

"Ikan guppy ini mulai banyak dicari sejak maraknya aquascape yang kini banyak menjadi perbincangan masyarakat. Konsep alam liar di dalam akuarium membuat aquascape menjadi banyak disukai, karena memiliki nuansa keindahan di dalamnya,” pungkasnya.

Solo saja sudah jadi trend, gimana dengan kota Anda? Si mungil ini sudah jadi Diva belum?? 

Judulnya saja seperti nyanyian yang pernah hits ditahun 2015 ya.. lagu ini juga membuat ikan guppy semangat loh. Kenapa? karena mereka belajar bangkit, dari yang menjadi ikan liar hingga menjadi ikan miliaran.
Begini ceritanya..


Di Asia, guppy liar (wild guppy) pertama kali diperkenalkan di Singapura pada tahun 1930-an. Mulanya, ikan ini digunakan untuk mengontrol populasi nyamuk di daerah rawa hutan bakau (Herre,1940). Akhirnya, guppy liar terus berkembang biak di berbagai tempat umum, seperti di saluran air, got, sungai dan kanal (Johnson dan Soong, 1963), kalau sekarang mah mana bisa hidup tuh guppy. Hahaha
Entah karena kurang kerjaan atau gimana, sang penemu ini tidak sengaja melihat perkembangan nih ikan jadi banyak, karena perkawinan silang dengan guppy spesies lain, munculah spesies baru, sepertinya jaman dahulu juga sudah ada yang namanya trend kali yah, sehingga guppy yang dulu liar kini jadi guppy yang bisa jadi ikan hias.
Oh iya, nama tempat Asia pertama yang kenal sama ikan yang dulu liar ini adalah Singapura. Hingga sekarang Singapura pun tetap jadi tempat pencarian pertama untuk para pencari ikan guppy ini, misalnya saja bapak Paul Hahnel, seorang hobiis dan breeder guppy jempolan dari New York dikenal sebagai bapak guppy modern (bapak? jadi guppy bapaknya manusia,.. hahaha). Bapak ini juga berjulukan king of guppy (jadi sebenarnya Bapak apa Raja sih??) banyak menggunakan guppy Singapura untuk melahirkan guppy modern.

Jadi, ikan guppy juga dulu liar, sama seperti ikan lainnya, beruntungnya ada bapak-bapak yang secara ngga sengaja melihat perkembangan ikan ini sehingga menjadi cantik dan banyak, akhirnya di budidayakan. Dan akhirnya lagi jadi terkenal deh sampai sekarang.

Semoga bermanfaat.


Kalau Anda Pecinta berat Guppy pasti Anda sudah hafal betina atau jantan dari ikan jenis ini.
Tapi bagi pemula seperti saya, karena saya perempuan (biasanya lihat ikan langsung goreng hehehe) bagi saya membedakannya sangat susah dan masih perlu belajar.


Dan berikut cara membedakannya:

Indukan guppy jantan memiliki ciri-ciri seperti :

  1. Mempunyai gonopodium (berupa tonjolan dibelakang sirip perut) yang merupakan modifikasi sirip anal yang berubah menjadi sirip memanjang.
  2. Tubuhnya ramping.
  3. Warnanya cenderung lebih cerah dan memiliki corak warna lebih banyak dan lebih indah.
  4. Sirip punggung lebih panjang.
  5. Kepalanya besar.

Induk Betina memiliki ciri-ciri seperti ini :

  1. Dibelakang sirip perut tidak ada gonopodium, tetapi berupa sirip halus.
  2. Tubuhnya gemuk dengan perut yang besar.
  3. Warnanya kurang cerah.
  4. Sirip punggung biasa.
  5. Kepalanya agak runcing.
  6. Itulah tips sederhana untuk membedakan ikan guppy jantan dan betina

Kenapa saya bisa tahu? Karena saya baca hehehe, semoga bermanfaat ya..


Makanan guppy tidaklah terlalu sulit, di alam liar makanan ikan guppy berupa plankton dan binatang air yang kecil serta lumut kecil.


Di dalam kolam pembudidayaan makanan ikan Guppy terbagi dua, makanan buatan dan makanan alami.
Makanan buatan antara lain; pelet, tahu putih, roti tawar, kuning telur yang sudah direbus atau sisa makanan lain, sedangkan makanan alami bisa berupa kutu air, microworm, jentik nyamuk, cacing halus dan yang lainnya.
Dalam pemberian makanan terhadap ikan guppy sebaiknya di seimbangkan antara makanan alami dan makanan buatan, hal ini untuk meningkatkan napsu makan ikan guppy.
Makanan pelet bisa dijadikan makanan utama sedangkan makanan yang lain bisa dijadikan makanan pengganti, tetapi harus diperhatikan dalam memilih pelet, pilihlah pelet yang kwalitasnya baik, jangan memilih pelet yang kwalitas gizi dan proteinnya rendah.
Sebaiknya makanan pengganti diberikan dua atau tiga hari sekali, bisa berupa makanan alami bisa juga makanan buatan berupa tahu atau roti tawar. Tahu dan roti tawar sangat baik untuk menjaga stamina dan daya tahan tubuh ikan guppy dari serangan penyakit, terutama buat burayak, namun porsi harus tetap di perhatikan karna bila terlalu banyak dan sisa makanan tersebut tidak segera di angkat dan di buang di khawatirkan akan menjamur dan menimbulkan bibit penyakit.
Jentik nyamuk sangat baik untuk indukan yang sedang dalam tahan perkawinan, biasanya dari pengalaman indukan yang di beri makanan berupa jentik nyamuk hasil produksinya akan lebih baik.
Microworm sangat baik diberikan kepada burayak yang baru lahir minimal usia tiga hari sampai satu minggu, burayak yang baru lahir dan diberi makanan microworm sebelum mengenal makanan berupa pelet tingkat kematiannya sangat rendah.

Disamping memiliki corak warna yang beragam, ternyata guppy juga memiliki beberapa bentuk ekor antara lain :

Ikan guppy bottom swordtail
Ikan guppy double swordtail

Pedang tersebut merupakan bentuk sirip dari ikan guppy yang sering disebut juga , jenis Sword tail bermacam-macam.

Mencari ikan guppy kualitas disini?? Klik Dibawah ini..

Bentuk Ekor

Berdasarkan bentuk sirip ekornya terdapat 15 strain guppy, yaitu:

  1. Ekor bundar (Round tail)
  2. Ekor jarum (Pin tail)
  3. Ekor Runcing (Pointed tail)
  4. Ekor sekop (Spade tail)
  5. Ekor harpoon (Lyre tail) 
  6. Ekor pedang di atas (Top swordtail)
  7. Ekor pedang di bawah (Bottom swordtail)
  8. Ekor pedang ganda (Double swordtail)
  9. Ekor bendera (Flagtail)
  10. Ekor kerudung (Veiltail)
  11. Ekor kipas (Fantail)
  12. Ekor delta (Deltatail)
  13. Ekor segitiga (Triangular tail)
  14. Ekor tali sepatu (Lacetail)
  15. Ekor merah (Redtail)

Berdasarkan variasi warna jenis ikan guppy adalah:

  1. Karpet, warna sirip ekor seperti mosaic
  2. Emerald, warna dasar tubuh hujau emeral
  3. Half back, warna sebagian tubuh belakang hitam
  4. Gold, warna tubuh kuning emas
  5. Bronze, warna putih keperakan mengkilap
  6. Snakeskin, warna dasar kuning seperti kulit ular

Variabilitas Genetik

Ikan guppy terdiri dari beberapa jenis yang merupakan hasil dari perkawinan silang yang menyebaban mutasi gen.  selain warna, bentuk dasar ekor, ikan guppy juga bervariasi. Berdasarkan bentuk ekornya ikan guppy dibagi menjadi tiga macam yaitu wide tail (ekor lebar), sword tail (ekor panjang), dan short tail (ekor pendek).

Umumnya untuk membedakan jenis kelamin ikan guupy, untuk betina ekor tidak berwarna dan badan cenderung besar.  Tapi berbeda dengan jantan, warna pada ekornya terlihat jelas. Sebagai ikan hias, keindahan ikan guppy dipancarkan dari ekornya yang lebar dan corak tubuhnya yang variatif.  Bahkan, karena keindahannya itu, guppy juga diikutsertakan dalam kontes.

Secara umum penamaan varietas guppy dapat dikelompokkan atas dasar, karakteristik badan bagian depan (upper body), badan bagian belakang (lower body), sirip, dasar warna dan gabungan diantaranya.  Penamaan karakteristik badan bagian depan  atau upper body yang umum dikenal adalah platinum atau metalik, pada bagian badan belakang (lower body) dikenal nama tukxedo, pink white, Japan blue, gabungan bagian depan dan belakang tubuh dikenal corak kobra.  Sedangkan sirip memberikan penamaan yang disesuaikan dengan bentuknya seperti delta, spade, fan, lyre, sword, swallow, ribbon, dan elongated dorsal. Warnanya seperti biru, merah, putih, kuning dan coraknya seperti grass, mozaic.

Penamaan yang paling umum dilakukan adalah atas dasar warna badan seperti biru, merah, hitam, dan warna mata seperti albino. Warna mata merah yang sudah dapat diturunkan kepada generasi berikutnya dinamakan pula RREA (Real Red Eye Albino). Terkadang penamaan diberikan pula atas dasar Negara dimana ikan guppy pertama kali diperkenalkan, misalnya German, Japan, dan Amerika karena pecinta ikan guppy dari Negara-negara tersebut rajin menyilangkn dan menemukan jenis-jenis ikan guppy baru.

Kalau berbicara masalah warna, guppy merupakan salah satu jenis ikan hias yang mempunyai corak warna yang sangat beragam. Tapi untuk memudahkan, kita bahas warna dasar dari pembentuk corak warna ikan guppy tersebut. Warna-warna itu antara lain : emas, abu-abu, pirang, albino (bule), ada juga guppy dengan kombinasi dua warna dan beberapa warna lebih dari dua (multicolor).

Memang bisa menyulap ikan guppy menjadi banyak, yaitu dengan membudidayakan dengan baik. Cara membudidayakannya juga mudah tapi harus dengan cara yang baik juga.
Berikut ini cara membudidayakannya:


Ikan guppy atau Poecilia reticulata merupakan ikan yang mudah membiak. Habitat asli ikan guppy di danau-danau dan sungai berair tenang. Ikan ini bisa juga bertahan di air payau yang memiliki kadar garam tinggi.
Ikan guppy berasal dari wilayah Amerika Tengah dan Selatan. Masuk ke Indonesia pada tahun 1920-an sebagai ikan akuarium. Kemudian lepas ke alam bebas dan berkembang biak dengan cepat. Ikan guppy bisa ditemukan di hampir seluruh perairan air tawar di Indonesia.
Ikan guppy digemari sebagai ikan hias karena keindahan warna dan bentuk siripnya. Terutama ikan yang berkelamin jantan, karena hanya yang jantan yang memiliki sirip indah. Sedangkan ikan betina warnanya cenderung kusam. Sama seperti halnya ikan cupang.
Budidaya ikan guppy tidak memerlukan infrastruktur mahal. Cukup dengan perlengkapan sederhana, kita bisa membiakkan ikan ini. Berikut ini akan dijelaskan langkah-langkahnya.

Wadah budidaya ikan guppy

Berikut ini peralatan yang dibutuhkan untuk budidaya ikan guppy, antara lain wadah/tempat, aerator dan tanaman air. Wadah untuk pemijahan ikan guppy bisa berupa akuarium, bak semen, atau ember plastik. Wadah atau tempat yang diperlukan untuk budidaya ikan guppy setidaknya ada empat fungsi, yakni tempat pemisahan indukan (2 wadah), tempat pemijahan (1 wadah), tempat penetasan (1 wadah), dan tempat pendederan (1 wadah).
Luas dan ukuran wadah budidaya ikan guppy bisa bermacam-macam, disesuaikan dengan banyaknya ikan yang akan dipijahkan. Sedangkan ketinggian wadah minimal 30 cm, kecuali untuk pendederan diperlukan wadah yang lebih tinggi dari 50 cm.

Memilih indukan

Perbedaan jantan dan betina bisa diamati dari penampakan fisiknya. Ikan guppy betina bentuknya lebih membulat dengan warna yang cenderung kusam dan tidak memiliki sirip yang menjumbai. Sedangkan ikan jantan memiliki warna yang kontras dan terang, tubuhnya lebih langsing dengan sirip menjumbai. Ukuran tubuh ikan betina lebih besar daripada jantan.
Indukan yang siap untuk dipijahkan minimal berumur 4 bulan. Warna dan bentuk ikan guppy sangat ditentukan oleh faktor genetis. Untuk mendapatkan hasil yang bagus pilihl indukan yang unggul. Selain itu, pembudidaya bisa juga mencoba-coba menyilangkan induk guppy untuk mendapatkan keturunan yang lebih baik.

Pemisahan indukan

Sebelum dipijahkan, indukan jantan dan betina dipisahkan terlebih dahulu. Ikan guppy jantan dan betina ditempatkan pada wadah yang terpisah. Wadah diisi dengan air bersih dan diganti setiap 1-3 hari sekali. Pergantian air tidak perlu semua, cukup mengeluarkan sepertiga air dan menambahkannya dengan air baru.
Berbeda dengan proses pemberokan pada umumnya, pemisahan ini dilakukan dengan tetap memberi makan. Berikan makanan berupa daphnia atau moina sebanyak 2 hari sekali. Hal ini berguna agar indukan fit ketika dalam proses pemijahan.

Pemijahan ikan guppy

Sebelum proses pemijahan, isi wadah pemijahan dengan air bersih yang telah diendapkan setidaknya 24 jam. Kedalaman air untuk tempat pemijahan 25 cm. Kepadatan tebar wadah pemijahan tidak lebih dari 30 ekor/100 liter air. Contoh, untuk akuarium ukuran luas 1 x 0,5 meter, cukup menampung 30-40 ekor ikan guppy. Bila memungkinkan berikan tanaman air seperti hydrilla untuk tempat ikan bercumbu.
Pemijahan ikan guppy bisa dilakukan satu-satu atau secara massal. Pemijahan massal lebih dianjurkan karena lebih cepat, ekonomis dan lebih praktis. Komposisi pemijahan massal antara ikan jantan dan betina biasanya 1:5. Namun bila Anda ragu semua betina terbuahi, komposisinya bisa ditambah 1:2.
Masukkan indukan betina terlebih dahulu pada pagi hari. Kemudian sorenya bisa dimasukkan indukan jantan. Pada pemijahan massal belum tentu semua ikan memijah pada hari yang sama. Biasanya proses pemijahan dibiarkan berlangsung selama 4-7 hari. Segera pisahkan betina yang telah dibuahi kedalam wadah penetasan.

Penetasan benih

Wadah penetasan diisi air bersih bersih dan diberi aerasi. Pemberian aerasi jangan terlalu kuat agar tidak menganggu larva ikan. Kualitas air harus terus dipertahankan dengan cara mengganti sepertiga air dengan air baru setiap 1-3 hari sekali. Pemberian pakan untuk induk setiap 2 hari sekali berupa daphnia atau moina.
Ikan guppy merupakan ikan yang melahirkan. Embrio tumbuh di dalam perut hingga siap untuk dilahirkan. Lama kehamilan, terhitung mulai dari pemijahan hingga kelahiran berlangsung 3-4 minggu.
Ciri-ciri ikan guppy yang hamil bisa dilihat setelah 2 minggu sejak pemijahan. Tandanya ada area gelap di bagian bawah anus (bercak kelahiran) dan perutnya sedikit mengembung. Apabila tidak ada ciri-ciri hamil, ambil indukan untuk dipijahkan kembali.
Ikan guppy betina mempunyai kemampuan menyimpan sperma dalam tubuhnya. Sehingga si betina bisa hamil hingga 1-3 kali dalam satu kali pembuahan. Waktu yang diperlukan dari kehamilan pertama ke kehamilan berikutnya sekitar 1-5 minggu.
Dalam satu kelahiran, ikan guppy bisa menghasilkan 30-100 anakan. Anak ikan tersebut harus segera dipindahkan ke tempat pendederan. Bila tidak, bisa-bisa menjadi santapan induk yang kelaparan.

Pendederan benih

Kolam pendederan sebaiknya ditempatkan di ruang terbuka. Sinar matahari diperlukan untuk membentuk warna yang cemerlang pada tubuh ikan guppy. Biasanya para pembudidaya menggunakan bak semen berukuran 1 x 1 x 0,5 meter atau 2 x 2 x 0,5 meter sebagai wadah pendederan.
Tambahkan tanaman air seperti hydrilla atau eceng gondok untuk tempat berteduh. Berikan aerasi pada kolam pendederan. Isi kolam dengan air setinggi 40 cm. Air perlu diperbarui setiap 3 hari sekali.
Pakan yang bisa diberikan untuk anak ikan berumur hingga 5 hari adalah infusoria. Setelah itu, anak ikan bisa diberi artemia (udang renik) atau kutu air (daphnia dan moina) yang sudah disaring. Setelah lewat 20 hari, baru bisa diberikan kutu air tanpa disaring atau cacing sutera.
Ikan yang telah berumur 20 hari sudah bisa dipilah antara jantan dan betina. Hanya ikan jantan yang laku sebagai ikan hias. Sedangkan ikan betina digunakan sebagai indukan dan sisanya terkadang dibuang. Ikan guppy bisa dikatakan dewasa dan bisa bersaing dengan kawanannya setelah berumur satu bulan.
Kesuksesan budidaya ikan guppy ditentukan dengan banyaknya kelahiran ikan jantan. Karena hanya ikan jantan yang diminati sebagai ikan hias akuarium. Ikan jantan memiliki sirip yang lebar dan warna -warna atraktif.

Semoga berhasil.


Ikan Guppy harganya satu miliar?? Hah... are you seriously??
Tentu saja iya, jika Anda membelinya jutaan ekor, hehehe.

Salah satu ikan Guppy termahal


Ikan Guppy sangat kecil tetapi gampang perawatannya. Ikan guppy mempunyai keistimewaan yang tidak dimiliki ikan lain. Contohnya saja ikan guppy jantan mempunyai ciri paras yang beragam. Selain ragam rupanya, juga tidak pernah berakhir variasi warna, pola dan perkembangan sirip yang dihasilkan.

Ternyata bukan hanya para pembudidaya ikan saja yang tertarik pada guppy tetapi juga para ilmuan. Ikan ini dipilih untuk dijadikan ujicoba menghitung seluruh keturunannya. Dr. Herbert R. Axelrod dan Wilfred Whitern dalam buku Guppies menyebutkan, sepasang induk guppy yang dibiarkan berbiak dalam tempat dan makanan cukup dalam tempo satu tahun bisa mencapai 3000 ekor.

Barangkali timbul anggapan bahwa jumlah ini hanya mengada-ada. Sesungguhnya kita bisa (kalau mau) mencoba sendiri dengan mudah, di sini. Kalau ikan ini berbiak pada umur 3 bulan dengan anak 50 – 100 ekor setiap bulan, sampai berumur 6 bulan, maka jumlah itu bukan mustahil. Kalau ada petani (pembudidaya) yang terperangah juga mendengar jumlah itu adalah wajar. Sebab selama ini anak-anak guppy sudah dijual ketika berumur 3 bulan, dan sama sekali tidak pernah (terpikir dan dicoba) untuk mengawinkan seluruh keturunannya sehingga mencapai jumlah jutaan. Dari sinilah orang luar negeri yang lebih jujur dan terbuka sudah mulai (sejak lama) menyebutnya “Million Fish” si Ikan Miliaran.
Kalian masih ingat kan pepatah ini "Banyak anak banyak rejeki" ... Banyak ikanpu banyak rejekinya juga. Hehehe
Semoga bermanfaat..


Biasanya penamaan sebuah tempat, atau makhluk yang sudah ditemukan didasarkan oleh nama penemunya, tapi ternyata nama ikan ini diambil dari nama seorang


Ilmuwan juga pastinya. Ilmuwan yang sudah meninggal, tapi tentunya waktu penamaanya pada waktu ilmuwan tersebut masih hidup.
Ikan itu pertama kali dikenal pada 1859. Pada waktu itu seorang ilmuan Jerman yang sengaja mengumpulkan ikan-ikan di daerah Venezuela mendapatkan ikan ini diantara sekian banyak ikan yang berhasil dikoleksinya. Wilhelm C.H. Peters, demikian namanya dengan melihat tanda-tanda yang tidak teratur pada badan dan sirip ekornya lantas membaptisnya dengan nama Poecilia reticulata.


Kemudian pada tahun 1861 seorang Spanyol bernama Filipii menemukan ikan yang mirip bentuknya di daerah Barbados. Karena menganggap berbeda dengan ikan yang ditemukan terdahulu, ia memberi nama ikan temuannya ini dengan Lebistes poecilia.

Nama guppy mulai populer dipakai untuk menyebut ikan ini sejak 1866. Saat itu seorang ahli botani Inggris. Dr. Robert Lechmere Guppy, membawa pulang beberapa ikan dari Kepulauan Trinidad. Ia memberikan ikan tersebut pada teman karibnya, Dr. Albert Guenther, yang bekerja pada British Museum. Karena menyangka temannya yang menemukan ikan itu, maka tanpa pikir panjang Dr. Albert Guenther memberi nama Girardinus guppyi. Karena kesalahpahaman itulah, maka sampai kini ikan itu populer dengan nama ikan guppy, baik di kalangan pedagang maupun penggemar ikan hias.


Kemudian pada tahun 1909. J.A.M Vipan, pimpinan rombongan pengumpul ikan untuk British Museum, mulai mengotak-atik mengawinsilangkan ikan-ikan yang ebrasal dari Venezuela, Trinidad, dan Barbados. Dari ujicobanya, terbuktilah bahwa ketiganya merupakan satu jenis. Dari sinilah pula namanya lantas diubah menjadi Lebistes reticulatus, sebelum berubah lagi menjadi Poecilia reticulata. Sekalipun nama ilmiahnya berganti-ganti beberapa kali, toh ikan ini tetap akrab dengan panggilan guppy.

Kalau dilihat-lihat ilmuwan jaman dahulu juga sudah galau ya.. hahaha. Sampai-sampai penamaannya berganti-ganti. Tapi itulah sejarah, hargai temuannya, berarti Anda menghargai penemunya.
Semoga bermanfaat.

Guppy itu apa? guppy guppy bear.. atau makhluk halus atau sebutan nama cinta atau?? Guppy yaitu...

Ikan guppy

Menurut wikipedia Gupi, ikan seribu, ikan cere, atau suwadakar (Poecilia reticulata), adalah salah satu spesies ikan hias air tawar yang paling populer di dunia. Karena mudahnya menyesuaikan diri dan beranak-pinak, di banyak tempat di Indonesia ikan ini telah menjadi ikan liar yang memenuhi parit-parit dan selokan. Dalam perdagangan ikan hias dikenal sebagai guppy atau juga millionfish, di berbagai daerlokal seperti gepi (Btw.), bungkreung (Sd.), cethul atau cithul (Jw.), klataw (Bjn.), dan lain-lain.

Pemerian

Gupi merupakan anggota suku Poecilidae yang berukuran kecil. Jantan dan betina dewasa mudah dibedakan baik dari ukuran dan bentuk tubuhnya, maupun dari warnanya (dimorfisme seksual). Panjang total tubuh ikan betina antara 4–6 cm, sedangkan jantannya lebih kecil, sekitar 2½–3membentuk pola seperti jala (reticulata = dengan pola jaring atau jala), dan perut gendut berwarna putih.

Ekologi dan reproduksi

Gupi adalah ikan yang sangat mudah berkembang biak. Masa kehamilan ikan ini berkisar antara 21–30 hari (rata-rata 28 hari) bergantung pada suhu airnya. Suhu air yang paling cocok untuk berbiak adalah sekitar 27 °C (72 °F).
Alih-alih bertelur, ikan gupi mengandung dan melahirkan anaknya (livebearers). Setelah ikan betina dibuahi, daerah berwarna gelap di sekitar anus yang dikenal sebagai ‘bercak kehamilan’ (gravid spot) akan meluas dan bertambah gelap warnanya. Menjelang saat-saat kelahirannya, bintik-bintik mata anak-anak ikan dapat terlihat dari kulit perut induknya yang tipis dan menerawang. Seekor induk gupi dapat melahirkan burayak (anak ikan) antara 2–100 ekor pada setiap kelahiran, namun kebanyakan antara 5–30 ekor saja. 

Beberapa jam setelah persalinan, induk gupi telah siap untuk dibuahi lagi. Begitu keluar dari perut induknya, anak-anak gupi telah mampu hidup sendiri. Berenang, mencari makanan, dan menghindari musuh-musuhnya. Anak-anak gupi ini umumnya akan terus bergabung dengan kelompoknya, dan dengan ikan-ikan lain yang lebih besar. Namun gupi yang telah dewasa tidak akan segan-segan memangsa burayak yang berukuran jauh lebih kecil; sehingga apabila dipelihara di akuarium, anak-anak ikan ini perlu dipisahkan dari ikan-ikan dewasa. Burayak-burayak ini, apabila selamat, akan mencapai kedewasaan pada umur satu atau dua bulan saja. Itulah sebabnya ikan ini dengan segera dapat melipat-gandakan jumlah anggota kelompoknya, sehingga dinamai juga ikan seribu.
Sirip dubur pada ikan jantan mengalami perubahan menjadi gonopodium, yang berfungsi untuk mengeluarkan sperma yang akan masuk pada tubuh ikan betina. Gupi betina memiliki kemampuan untuk untuk menyimpan sperma, sehingga dapat hamil berulang kali dengan hanya satu kali kawin.
Faktor kunci keberhasilan yang lainnya adalah kemampuannya untuk menyesuaikan hidup dengan berbagai kondisi perairan, dengan variasi makanan yang beragam. Analisis terhadap isi perut gupi yang hidup di Danau Buyan, Bali, menunjukkan bahwa ikan ini terutama memakan zooplankton yang melimpah di sana. Sementara gupi yang hidup di Danau Bratan dan Batur kebanyakan mengandalkan bahan-bahan organik yang berada di dasar danau.
Gupi bahkan dapat hidup pada perairan dengan salinitas tinggi (air asin), hingga 150% salinitas normal air laut.

Penyebaran

Suwadakar adalah ikan asli Amerika Tengah dan Selatan, menyebar di Kep. Barbados, Trinidad dan Tobago, Guyana, Antillen Belanda, Kep. Virgin, Brazilia, dan Venezuela. Melalui jalur perdagangan dan lain-lain, ikan ini telah dibawa ke berbagai tempat di semua benua di dunia kecuali Antartika, dan kemudian meliar di perairan-perairan bebas.

Gupi dimasukkan ke Indonesia sebagai ikan akuarium pada sekitar tahun 1920an, namun kemudian terlepas atau dilepaskan ke perairan bebas. Agaknya ikan ini semula diharapkan dapat membasmi larva nyamuk di alam untuk mengendalikan penyakit malaria, akan tetapi tidak berhasil. Ikan gupi di akuarium dapat mencapai panjang 60 mm, namun di alam kebanyakan hanya tumbuh hingga sekitar 35 mm saja; dan ukuran ini terlalu kecil untuk memangsa jentik-jentik nyamuk.

Karena keperidiannya, gupi lekas membiak dan merambah aneka perairan bebas. Pada tahun 1929 tercatat bahwa ikan ini dapat ditemukan di hampir semua kolam dan parit di Jawa Barat. Sekarang ikan ini telah meluas ke berbagai tempat di Nusantara, dan mungkin telah menjadi ikan yang paling melimpah di Jawa dan Bali.

Indonesia sudah pasti layak akan batik karena sudah mendunia bahkan diakui oleh UNESCO. Tidak hanya itu Batik juga ditemukan di Ikan Guppy. Really?.. Yeah Sure.
Corak batik adalah salah satu corak yang terdapat pada salah satu jenis ikan guppy. Ikan guppy yang mempunyai corak seperti ini adalahIkan Guppy Red Lace Snakeskin. Selain itu, jenis ikan ini juga mempunyai sirip dan ekor yang panjang. Hal ini menjadikan jenis guppy ini terlihat sangat cantik.

Ikan guppy Red Lace Snakeskin

Selain ikan jenis Ikan Guppy Red Lace Snakeskin ini, ada beberapa jenis ikan guppy lainnya, yaitu:

Ikan Guppy Cobra



Ikan guppy cobra di tandai dengan corak yang mirip seperti ular kobra di seluruh badan ikan guppy jantan yang berwarna hitam, putih, atau kuning. Karena coraknya yang cantik itu, jenis ikan guppy kobra banyak diburu oleh para pecinta ikan hias.




Ikan Guppy Metalik



Ikan guppy mlap metalik adalah jenis ikan guppy yang mempunyai warna biru atau abu-abu gelap metalik di guppy jantan. Oleh karena warna nya tersebut, jenis guppy ini dinamakan ikan guppy metalik. Ikan guppy yang paling mudah didapat yaitu ikan guppy yipe metalik cobra. Ikan ini merupakan hasil persilangan dari guppy metalik dengan guppy cobra. Ciri-cirinya adalah mempunyai warna metalik di dada dan belakang badan berwarna cobra.




Ikan Guppy Japan Blue


Ikan Guppy Japan Blue diperkirakan berasal dari populasi ikan guppy liar di Jepang. jenis guppy ini memiliki warna biru di pinggang guppy jantan. Namun, jenis ikan ini sebenarnya mempunyai banyak variasi warna. Hasil persilangan terbaru pada guppy japan blue adalah mempunyai warna biru pada kepala dan pangkal ekor.







 Ikan Guppy Blue Moscow


Ikan guppy Blue Moscow Albino merupakan jenis guppy yang berasal dari Moscow, Rusia. Jenis guppy ini memiliki warna dasar pink dan sedikit warna ungu. Selain itu, ikan ini memiliki ekor yang panjang dan terlihat elegan saat berenang. Oleh karena keindahan yang dimiliki jenis ikan ini menjadikan jenis ini banyak di buru oleh para pecinta ikan hias.



Ikan Guppy Mozaic


Ikan Guppy Mozaic adalah jenis ikan guppy yang mempunyai warna biru di pangkal dan sirip ekor. Biasanya, jenis guppy ini memiliki susunan warna yang teratur. Apabila ikan ini memiliki warna biru, maka warna campurannya adalah warna kuning dan apabila ikan ini memiliki warna biru tua, maka warna campurannya adalah merah. Selain itu, jenis ikan guppy ini juga mempunyai pola garis bergelombang pada siripnya.

Ikan Guppy Grass Blue

Ikan Guppy Grass Blue merupakan perubahan dari ikan guppy mozaic. Ciri-ciri pada jenis ini adalah mempunyai titik-titik yang berwarna hitam atau biru gelap di sirip ekor dan punggungnya tetapi tetap ada ciri spesifiknya yang tetap sama dengan ikan guppy mozaic.



Ikan Guppy Black Moscow


Ikan guppy black moscow Merupakan jenis ikan guppy yang mempunyai warna hitam gelap pada keseluruhan tubuhnya. Jenis guppy ini berasal dari Moscow, Rusia. Ada juga jenis guppy yang mempunyai karakter dan warna yang sama yaitu ikan guppy full black Thailand. Yang membedakan dari keduanya adalah asal muasal ikan ini.



Ikan Guppy Super Red Singapore

Ikan guppy super red singapore merupakan jenis ikan guppy yang bersal dari Singapore. Jenis guppy ini mempunyai warna merah cerah di keseluruhan tubuhnya. Selain itu, jenis guppy ini mempunyai ekor dan sirip yang panjang. Untuk postur tubuhnya, jenis guppy ini mempunyai postur tubuh yang sama dengan jenis guppy lainnya.


Gimana? Semakin ingin mengoleksinya bukan??

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.